9 Permainan Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

9 Permainan Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah

Hallo para pembaca..

Anda semua pasti sudah tahu bahwa Indonesia kita tercinta ini adalah negara yang kaya akan keragaman kebudayaan,

 turun temurun sejak nenek moyang kita dahulu, dan sudah tentu menyimpan keunikan tersendiri.

Salah satunya adalah tentang keragaman permainan tradisional yang pernah ada dan populer di kalangan masyarakat.

Permainan-permainan itu berasal dari berbagai daerah dan dimainkan oleh masyarakat sejak sekian lama, 

dan masing-masing daerah mempunyai kekhasan tersendiri.

Tetapi sangat disayangkan, permainan-permainan itu di masa sekarang hanya menjadi kenangan saja, 

karena jarang sekali dimainkan,  anak-anak sekarang banyak yang tidak tahu dan tidak mengenal permainan itu, 

bahkan sekedar nama atau istilahnya saja mereka tidak mengenalnya.

Dahulu permainan tradisional sangat diminati oleh anak-anak, karena teknologi tidak secanggih seperti di zaman ini. 

Apalagi dengan kemajuan teknologi seperti Hand Phone atau gadget

banyak permainan moderen yang bisa dimainkan di sebuah smartphone saja.

Tapi bagi yang tidak memiliki gadget, atau kurang akrab dengan alt canggih ini,..

ada mainan miniatur full colour, yang menyerupai barang-barang orang dewasa,.. 

seperti rumah, meja kursi, ranjang atau mobil yang terbuat dari bahan plastik.

Di era tahun 80 atau 90-an, dari anak-anak sampai dewasa pasti selalu bermain permainan tradisional, 

dan bagi yang lahir dan besar di era tersebut, saat ini tentu saja selalu terkenang dengan permainan-permainan itu.

Berikut ini beberapa permainan tradisional indonesia yang keberadaannya sudah hampir punah.

1. Congklak

Permainan congklak atau dakon adalah permainan tradisional yang dikenal di hampir semua daerah di indonesia, walaupun dengan nama yang berbeda.

Di daerah jawa dikenal dengan nama congklak, dhakon atau dhakonan

di beberapa daerah di sumatera dengan budaya melayunya dikenal dengan nama congkak

di lampung dikenal dengan nama dentuman lamban, dan di sulawesi dikenal dengan beberapa nama diantaranya adalah  Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata (sumber : wikipedia)



2. Gasing

Gasing ini permainan yang populer secara nasional di tahun 80 dan 90-an, 

meskipun sebenarnya sudah dikenal bertahun-tahun sebelumnya, 

karena permainan ini adalah permainan yang turun temurun dari para orang tua jaman dahulu.

Bahan yang digunakan adalah kayu merbau, kayu kundang, jati dan lainnya, 

permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki dengan jumlah pemain lebih dari 2 orang dengan aturan main jika gasing salah satu pemain berputar paling lama, dialah pemenangnya.

3. Kelereng

Hampir semua anak laki-laki tahu dan pernah main kelereng,.. 

karena ini mudah dimainkan dan tentu saja seru, pemainnya 2 sampai 5 orang.

Kelereng biasanya terbuat dari kaca atau tanah liat dan berbentuk bulat,.. 

aturan mainnya, seluruh kelereng dikumpulkan dan 1 pemain akan memencarkan kelereng itu,.. 

tiap pemain menggulirkannya sampai menyentuh punya lawan,.. 

jika tidak menyentuh kelereng lawan, pemainnya akan kalah dan diganti.


4. Petak Umpet

Permainan ini tidak hanya dikenal dan digemari di indonesia, tapi juga di beberapa negara di dunia.


Dilakukan oleh lebih dari 2 orang, yang kalah dalam undian harus memejamkan mata dan berbalik sambil menghitung, 

kemudian berkeliling mencari pemain lain yang bersembunyi hingga ditemukan.


5. Egrang

Egrang adalah permainan yang mungkin masih ada sampai sekarang, namun makin sedikit peminatnya.

Permainan ini membutuhkan tongkat dan tumpuan kaki yang lebih tinggi dari tanah, sebagai pengganti tempat berpijak, lalu berjalan-jalan dengan tongkat tersebut.

Walau dalam permainan ini tidak ada yang menang dan kalah, namun para pemain biasanya berusaha mempertahankan keseimbangannya agar tidak jatuh atau kaki menyentuh tanah.

6. Lompat Tali

Permainan ini umumnya disukai oleh anak perempuan, yang dimainkan oleh minimal 3 orang anak.

Alat dari permainan ini biasanya dibuat dari tali karet agar tidak melukai kaki pelompat.

Aturan mainnya,  pemainnya melompat tali dengan ketinggian tertentu, 

tali akan dinaikkan lagi sampai pemain atau pelompat tidak bisa lagi melewati tali karena lelah atau mencapai ketinggian yang maksimal yang bisa dilompati. 

Dengan begitu, si pelompat akan dinyatakan kalah, dan menjadi pemegang tali atau penjaga, begitu seterusnya.


7. Ular Tangga

Permainan ini sudah ada sejak tahun 1870, 

iyaa.. abad ke 19, dan menjadi permainan yang sangat digemari oleh anak-anak di setiap zaman, hingga akhir tahun 2000-an.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh 2 sampai 4 orang, 

alat permainan ini adalah papan  berbentuk kotak-kotak kecil, sebagian kotak terdapat gambar ular dan tangga.

Pemain menggunakan dadu untuk menentukan berapa langkah yang harus dilakukan sampai mencapai garis fininh.

Bidak diletakkan di kotak pertama atau start, lalu mulai mengocok dadu, gerakkan bidak sesuai jumlah angka dadu yang keluar, 

bila bidak berhenti di ekor ular, maka ia turun sampai di kepala ular, sebaliknya bila berhenti di tangga, bidak harus naik.

Permainan dilanjutkan ke pemain berikutnya, dan pemenang ditentukan dari bidak yang pertama kali mencapai kotak finish mendahului pemain yang lain.


8. Gobak Sodor

Permainan ini membutuhkan pemain sebanyak 6 sampai 10 orang yang dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim penyerang dan tim penjaga.

Tim penjaga akan menjaga di setiap garis kotak yang berukuran 3 X 5 meter, 

sementara tim penyerang harus melewati satu persatu tim penjaga tanpa tersentuh sampai melewati garis finish.


9. Engklek

Permainan ini terdiri dari 2 sampai 5 orang pemain yang harus melompati media petak yang digambar di tanah dan dilakukan secara bergantian.

Setiap pemain memegang batu, gancu, kereweng atau benda berukuran kecil (setelapak tangan) dan datar untuk menandai petak, 

lalu mulai melompati tiap petak dengan satu kaki, petak yang sudah diinjak tidak boleh diinjak oleh siapapun, karena itu harus berpijak di petak berikutnya. 

Untuk lebih jelasnya silahkan tonton video berikut ini..





0 Response to "9 Permainan Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah"

Posting Komentar