Lebaran kali inipun tidak ada yang berbeda dengan sebelumnya, hanya saja terasa ada penurunan tensi dan semangat pulkam nya..
Iyalah.. usia bertambah, tenaga sudah mulai merendah, sementara individu yang ditanggung berubah karena jumlahnya bertambah.. Jumlah anak, jumlah istri .. Oh.. tidak.. istri tetap satu.. Semoga..
Barang-barang yang akan dibawa nggak jauh jauh dari sandang, pangan dan papan.. ehh.. papan nggaklah.. masak bawa rumah.. keong kali..
Jenis sandang aja ada 1 koper dan 2 tas, belum lagi jenis pangan.. segala makanan dibawa, dari snake.. ehh ular?.. snack, kue sampe nasi dan minuman, sementara mobil yang kita pake kecil, mini van 4 seat.. Total penumpang dan sopir 4 orang, kebayang kan sempitnya kendaraan kami..
Tapi... namanya juga mudik, saat yang selalu kami rindukan sebagai keluarga yang merantau jauh dari kampung sendiri.. karena beberapa hari ke depan kami akan sedikit "berpetualang"..melakukan perjalanan lumayan panjang untuk bertemu orang tua, sanak famili, handai tolan, teman dan sahabat, yang lama tidak bertemu..
Seberapa pun capeknya, mudik tetap dilakukan, ada kegembiraan, keharuan dan keceriaan campur aduk, yang hanya bisa dirasakan oleh kami di tanah rantau..
Sing penting mudik..
Seberapa pun capeknya, mudik tetap dilakukan, ada kegembiraan, keharuan dan keceriaan campur aduk, yang hanya bisa dirasakan oleh kami di tanah rantau..
Sing penting mudik..

0 Response to "Yang Penting Mudik"
Posting Komentar