Berapa Jumlah Uang Yang Bisa Membuat Kita Bahagia



BERAPA JUMLAH UANG YANG BISA MEMBUAT KITA BAHAGIA
Dengan gaji bulanan sebesar 3 juta rupiah, pernah terlintas di pikiran, kalau punya gaji 10 juta, saya pasti bahagia. Saya yakin kita semua pernah berpikir seperti itu. Sebagian besar dari kita bekerja keras dan banyak waktu yang kita pakai, sehingga sedikit saja waktu yang tersedia untuk keluarga dan anak-anak kita, seringkali berjam-jam jauh dari rumah, melakukan pekerjaan lembur dengan harapan mendapat kenaikan pendapatan dan tambahan gaji dalam upaya untuk membuat hidup kita lebih kaya secara finansial.

Bekerja lebih keras seperti itu pastilah dilakukan dengan mengorbankan istirahat dan kesehatan diri kita. Sepertinya banyak dari kita tidak puas dengan apa yang kita miliki sekarang.

Pertanyaannya, sampai titik mana usaha kita yang menjadikan kita bahagia?, atau simpelnya, berapa batas uang yang kita harus kita dapat yang bisa membuat kita  bisa menjadi bahagia?

Banyak orang berpikir, pasti ada hubungan antara gaji dan kebahagiaan; Orang yang mencari nafkah sering lebih bahagia daripada orang yang hidup dalam kemiskinan. Memiliki uang extra tentu bisa meningkatkan hidup kita dengan menyediakan makanan ekstra, benda dan kenyamanan di rumah kita.

Dalam sebuah artikel di New York Times, Elizabeth Dunn dan Michael Norton mencoba untuk menjawab pertanyaan ini, ini bisa menjadi bacaan dan pertimbangan bagi kita bagaimana dengan keterbatasan kita bisa mengumpulkan uang yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebahagiaan kita.

Menurut mereka, ada ironi di sini, mendapatkan penghasilan tambahan sebenarnya tidak akan menghasilkan kegembiraan ekstra secara langsung, setelah mencapai "standar yang nyaman" di mana semua yang kita butuhkan terpenuhi, belum tentu kepuasan dan kebahagiaan itu dapat kita raih.

"Standar yang nyaman" itu bisa bervariasi berdasarkan lokasi tempat tinggal. Sebagai contoh di AS, menurut Dunn dan Norton, standarnya berkisar sekitar 75.000 dollar.

Data survey dari jajak pendapat Gallup mengatakan, hampir 500.000 rumah tangga di AS mempunyai pendapatan keluarga yang lebih tinggi dari $ 75.000 itu, tapi tidak mendapatkan suasana hati yang lebih baik setiap harinya. Dengan kata lain, efek positif dari uang tidak berpengaruh pada kebahagiaan dan mood orang setelah pendapatan $ 75.000,00 itu tercapai.

Persoalannya kemudian timbul, mengapa kita bekerja begitu keras setelah mencapai tingkat gaji yang mampu membuat kita bahagia.

Dunn dan Norton menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian mereka dengan sampel nasional orang Amerika, pemikiran bahwa hidup akan lebih bahagia dengan gaji dua kali lipat (misalnya dari 25000 dollar menjadi 55000 dollar) tidak diartikan sebagai kebahagiaan yang sesungguhnya atau dengan kalimat sederhana "Dua kali gaji tidak menghasilkan dua kali kebahagiaan".

Menurut data Dunn dan Norton, orang yang memperoleh gaji $ 55.000 hanya mempunyai 9 persen lebih banyak daripada yang menghasilkan $ 25.000.
9 persen lebih bahagia mungkin sulit dihitung, dan hanya lebih baik dari 0 persen, tapi bukan 100 persen yang mungkin Anda harapkan dari bertambahnya uang itu.

Lepas dari semua perhitungan ini, apa yang kita lakukan dan belanjakan dengan uang kita adalah lebih penting, daripada berapa jumlah uang yang kita hasilkan.

Pikiran bahwa menghasilkan lebih banyak uang dapat memungkinkan kita untuk memiliki rumah-rumah yang lebih besar dan mobil yang lebih bagus dan sebagainya, itu hanya untuk diri kita sendiri, pada akhirnya tidak efektif mengubah uang menjadi kebahagiaan.

Dengan berlatih membiasakan diri memberi diri kita sendiri lebih sedikit dari biasanya- bisa mendapatkan kebahagiaan dari uang Anda. Contohnya, kita mendapat gaji 5 juta rupiah perbulan dengan pengeluaran bulanan sebanyak 4 juta, suatu saat kita mendapat gaji extra, hingga totalnya 9 juta, nah pengeluaran yang kita bisa usahakan tetap 4 juta seperti bulan sebelumnya atau bahkan kurang dari itu, memang sulit tapi bisa dilakukan.


Cara lain yang lebih extrim, namun terbukti secara ilmiah bisa meningkatkan kebahagiaan Anda, yaitu jangan membelanjakan uang itu untuk diri Anda sendiri.
Ternyata orang yang membelanjakan uang untuk orang lain daripada diri mereka sendiri sebenarnya lebih bahagia dalam jangka panjang. Mereka memperoleh perasaan penghargaan dan kepuasan yang lebih besar dan ini membantu memperkaya perasaan berbagi dan kepuasan mereka.

Orang luar saja mempunyai pemikiran seperti itu apalagi kita, dimana "berbagi" itu mempunyai posisi yang penting di ajaran Agama Islam, selain mempunyai nilai yang tinggi di hadapan Allah, juga merupakan ibadah yang berdampak sosial antara sesama, berbagi ini bisa berupa zakat, infak dan shodaqoh.

sumber gambar :pixabay.com/en/cash-money-dollar-bills-currency-2760326/

0 Response to "Berapa Jumlah Uang Yang Bisa Membuat Kita Bahagia"

Posting Komentar