Perseteruan Orang Kaya Dan Orang Miskin Di Pengadilan

Perseteruan Orang Kaya Dan Orang Miskin Di Pengadilan
Sering kita mendengar tentang perseteruan antara orang kaya dengan orang miskin,.. 

kebanyakan dipicu oleh kesenjangan yang ada diantara mereka,.. 

tapi ada pula yang disebabkan oleh semata-mata karena sifat dan prilaku dari dua pihak yang menyebabkan adanya persinggungan.

Berikut ini ada sebuah kisah yang menarik untuk kita renungkan,.. 

sebagai motivasi kita dalam memperbaiki diri secara terus menerus.

Diceritakan, pada zaman dahulu di negeri Persia ada seorang yang hidupnya miskin bernama Ali. 

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia harus bekerja keras banting tulang dari mulai terbitnya matahari, sampai terbenam bahkan kadang sampai larut malam. 

Tapi keunikan dari sifat si Ali ini adalah ia selalu merasa puas dengan apapun yang diperolehnya dan dimilikinya,.. 

ia adalah orang yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang dia terima,.. 

karena dia yakin Allah memberinya rizki dengan takaran yang sesuai dan terbaik di sisi Allah.

Ali memiliki tetangga yang bernama Kasim, yang kaya raya, dengan harta berlimpah, dan rumah megah,.. 

tapi si Kasim ini sangat kikir dan over protective terhadap kekayaanya,.. 

tidak pernah sekalipun ia pernah memberi pertolongan dan bantuan pada orang lain termasuk juga terhadap Ali tetangga dekatnya. 

Bahkan si Kasim ini tidak suka kalau si Ali atau orang lain mendapat sedikit kesenangan dan kegembiraan,.. 

dia selalu berusaha untuk berbuat sesuatu agar tetangganya ini terlibat masalah.

Suatu hari, Kasim mengadakan pesta di rumahnya. 

Aroma semua makanan lezat yang dimasak di rumahnya terbawa angin menyebar ke seluruh lingkungan sekitar. 

Kasim tentu saja tak pernah dan tak akan mau mengajak tetangganya yang malang, untuk ikut berpesta. 

Lebih parah lagi Kasim ini merasa cemas dan terganggu, dia mengintip dari balkon rumahnya ke halaman tetangganya. 

Yang membuatnya cemas adalah dia melihat pria malang itu duduk santai seakan menikmati aroma lezat yang berasal dari dapurnya. Jantung Kasim hampir berhenti karena shock.

"Kurang ajar!" pikirnya, 

"Berani-beraninya orang miskin itu menghirup aroma dari dapurku! 

Aroma makanan dimasak dengan uangku! Aku akan buat dia membayar untuk ini! 

aku akan membawanya ke hakim dan menuntut keadilan!"

Dengan marah, Kasim berjalan ke rumah Ali. Tanpa mengucapkan salam, dia berteriak kepada tetangganya.

"Kamu perampok, kamu pencuri! Berani-beraninya kau mencuri dari rumahku! "

Ali terkejut dan tentu saja tidak mengerti apa yang terjadi,.. 

apalagi tentang perampokan dan pencurian yang dituduhkan si Kasim padanya. 

Tanpa memberi kesempatan, Kasim menyeret orang miskin itu ke hadapan Hakim. 

Kabar tentang kejadian ini dengan cepat menyebar ke segala penjuru, dan persidangan itu disaksikan oleh kerumunan banyak orang.

Kasim berdiri di depan hakim dan menyampaikan tuntutannya dengan suara keras dan nada sombong.

"Yang Mulia, pria ini berani sekali duduk di halaman belakang rumahnya dan tanpa merasa salah sedikitpun, 

dia menikmati aroma makanan lezat yang berasal dari dapur saya. 

Pak Hakim, saya menuntut orang ini untuk membayar sejumlah uang karena kesenangan yang dia nikmati. 

Yang Mulia, saya yakin dan percaya akan menemukan keadilan dalam kasus ini."

Sesungguhnya Sang Hakim ini adalah orang yang adil, orang terhormat, cerdas dan ahli di bidangnya. 

Dengan tenang, dia mendengarkan semua ucapan Kasim, dahinya berkerut, tampaknya berpikir keras untuk menemukan jalan dan solusi dari kasus ini. 

Kerutan yang tampak diwajahnya perlahan berganti dengan kerlip binar di matanya. 

Sekarang dia berpaling kepada Ali.

"Apakah yang dikatakan orang ini benar?, Apakah kamu menikmati aromanya? "hakim bertanya.

"Ya, Yang Mulia, tapi saya tidak bisa menghindarinya."jawab Ali.

"Ali, kamu harus membayar Kasim untuk aroma yang kamu nikmati. 

Saya sampaikan, pengadilan memerintahkan kalian berdua untuk datang ke sini besok pada saat bersamaan. 

Dengan karunia Allah, insyaallah keadilan akan terlaksana,.. 

hari ini sidang kita tutup!".

Kasim menatap Ali dengan tatapan mencemooh dan pongah,.. 

ia keluar dari tempat itu dengan senyum kemenangan di bibirnya. 

Ali yang malang itu bingung. 

Saat semua orang mulai pergi, hakim memanggilnya ke sebuah sudut dan membisikkan sesuatu di telinganya. 

Wajah Ali menyala berseri dan dia bergegas pulang.

Keesokan harinya, pengadilan kembali dibanjiri oleh penduduk yang ingin menyaksikan jalannya persidangan. 

Seluruh kota, yang tahu tentang karakter rendah Kasim dan sifat Ali yang tidak berdosa, sangatlah penasaran bagaimana hakim bisa menyelesaikan masalah ini.

Kasim dan Ali dibawa ke hadapan hakim. 

Ali membawa sebuah kotak besar diletakkan di hadapan hakim. 

Melihat itu, wajah Kasim bersinar dan tersenyum senang, ia tahu itu adalah kotak berisi uang.

"Yang Mulia, ini semua uang yang saya punya", kata Ali.

"Baik. Sekarang, kocok kotaknya sehingga kita semua mendengar suaranya dan yakin kotak itu berisi uang", hakim mulai perintahnya.

Ali mengguncang dan mengocok kotak uang itu dengan kuat dan terdengar suara gemerincing keras. 

Setelah beberapa menit lamanya Hakim berpaling ke Kasim.

"Wahai Kasim, apakah kamu mendengar suara itu?"

"Aah, ya, ya, Yang Mulia".

"Ali, kocok kotak itu sekali lagi", perintah hakim, dan Ali mematuhinya.

"Kasim, apa kamu senang mendengar suara begitu banyak koin?", tanya hakim.

Matanya berkilau, Kasim berseru, "Oh, ya Yang Mulia saya senang mendengarnya, jelas sekali itu suara gemerincing uang!" begitu katanya.

"Baik, kamu sudah mendengar suara itu, dan kamu telah menikmatinya, tapi kamu tidak boleh menyentuhnya apalagi memilikinya!", hakim mulai memberi keputusan.

"Ali telah membayar sepenuhnya. 

Sama seperti aroma makanan kamu yang dinikmati oleh Ali,.. 

begitu pula suara uangnya memberi kamu kesenangan. 

Kamu telah dibayar dengan uang logam dengan nilai yang sama!". 

Mendengar itu si Kasim terkejut sampai dia berdiri dari duduknya.

Ruang pengadilan gaduh dan ramai dengan tepuk tangan bergemuruh,.. 

penduduk menilai sang Hakim itu dengan kecerdasannya yang tajam telah membuat keputusan yang memenuhi rasa keadilan.

Hakim melanjutkan ucapannya "Kasim, kamu diperintahkan oleh pengadilan untuk membayar Ali seratus koin emas,.. 

dan diberi hukuman karena telah melecehkan orang lain dan mengganggu ketenangan rumah tangganya". 

Kembali suara tepuk tangan bergemuruh mendengar keputusan hakim itu.

Kasim yang sebelumnya terkejut dan berdiri dari kursinya,.. 

kali ini dia teduduk dengan lemas mendengar keputusan pengadilan.

sumber gambar : youtube.com (newsy news)

0 Response to "Perseteruan Orang Kaya Dan Orang Miskin Di Pengadilan"

Posting Komentar